Meminimalisir Makanan Manis
06:30:00 |
Meminimalisir
Makanan Manis - Apakah sehari-harinya gampang sekali mengalami
lapar? Dan punya stock snack manis yang cukup banyak di lemari? Dan
apakah rasanya tidak bisa kalau tidak makan snack-snack tersebut?.
Berapa
banyak diantara kita yang tanpa kita sadari selalu membutuhkan
makanan atau minuman yang manis. Bukan sekedar karbohidrat seperti
nasi ataupun kentang tetapi kita benar-benar mencari sesuatu yang
manis seperti permen, cokies, snack, coklat. Ice cream, susu coklat
serta lain sebagainya. Beranikah kita mengatakan “suka” terhadap
jenis makanan tersebut dan tidak mengatakan “butuh”?. Kalau kita
suka tetapi tidak butuh, berarti tentunya kita mampu untuk tidak
memakannya. Tetapi kalu kita butuh berarti kita tidak bisa hidup
tanpa makanan tersebut. Termasuk yang manakah diri anda dalam
menghadapi makanan jenis ini? Hayooo….Jujur……..
Sadar
atau tidak sadar ternyata banyak diantara kita yang “BUTUH”
dengan yang namanya makanan manis. Hal ini biasanya disebut dengan
SUGAR CRAVING. Rasanya seperti tidak bisa kalau tidak memakan sesuatu
yang manis. Sugar Craving ini biasanya bisa menjadi penghambat utama
dalam proses diet dan menjadi sumber utama dari obesitas yang mengacu
kearah diabetes.
Penyebab
utama sugar craving ini adalah terlalu sering mengkonsumsi sugar
secara berlebihan. Dan dalam hal ini akan menyebabkan hormone kita
menjadi tidak seimbang. Ketika kita memakan makanan yang ber Glikemik
Tinggi (GI) karbohidrat akan dengan cepat diserap ke dalam darah
dalam bentuk Glucose dan kemudian pancreas yang melihat gula dalam
darah meningkat secara cepat akan mengeluarkan insulin yang cukup
banyak untuk menurunkannya. Glucose yang berlebihan akan disimpan
sebagai lemak. Dan selalu ingatlah bahwa selama insulin tinggi maka
lemak akan selalu meningkat dan insulin juga memperlambat proses
pembakaran lemak di tubuh kita.
Insulin
yang cukup banyak ini akan menurunkan glucose dalam darah kita ini
dengan cepat pula sehingga kadarnya mendadak turun secara mendadak.
Ketika glucose dalam darah rendah kita akan merasa lapar, lemas dan
mengantuk. Akibatnya kepingin makan makanan yang manis-manis lagi.
Makanan manis ini akan mengembalikan glucose dalam darah secara cepat
dan tinggi. Sehingga pancreas akan memproduksi insulin lagi dalam
jumlah yang banyak. Siklus ini akan terjadi berulang-ulang terus dan
berantai membuat keseimbangan hormone kita terganggu karena sebentar
naik dan turun secara cepat.
Sistem
hormone yang tidak seimbang inilah yang menyebabkan kita merasa
gampang letih, tidak bertenaga dan lesu. Banyak insulin menyebabkan
tubuh kita menyimpan lemak daripada membakarnya. Dan semakin sering
siklus ini terjadi akan menyebabkan kekebalan insulin untuk
menurunkan gula darah dalam jumlah yang sama. Hal inilah yang
menyebabkan penyakit diabetes type 2.
Selain
itu memakan sesuatu yang manis akan merngsang hormone serotonin di
otak kita. Hormon serotonin adalah hormone yang bisa menyebabkan kita
merasa enak dan senang. Makanya kalau kita minum susu coklat, bisa
mengurangi stress kita. Karena alasan inilah banyak orang stress
selalu mencari makanan dan minuman yang manis. Yang manis inilah yang
menyebabkan serotonin meningkat secara cepat tetapi tidak bertahan
lama dan akan turun secara cepat pula. Sehingga kita akan merasa
butuh secara terus menerus untuk yang manis-manis ini.
Solusi
dari permasalahan ini adalah dengan cara mengenali dan merubah apa
yang masuk ke mulut kita, dalam hal ini karbohidrat. Untuk membuat
hormone kita stabil kembali dan menghilangkan kecanduan akan makanan
manis akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Butuh motivasi dan
disiplin yang tinggi. Carilah makanan dengan nilai Glikemik Index di
bawah 55. Sebagai contoh :
- Ubahlah nasi putih dengan nasi beras merah.
- Ubahlah snack keripik kentang dengan buah-buahan,
- Hindari timbunan snack-snack di lemari.
- Tingkatkan aktifitas anda sehingga mengurangi waktu di depan TV, atas sofa atau ranjang.
Demikianlah
tadi ulasan kita kali ini mengenai Meminimalisir Makanan Manis.
Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat serta dapat
menambah wawasan kesehatan kita. Salam sehat!
0 comments:
Post a Comment